Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

Daftar Gaji Presiden dan Pemimpin Dunia 2011

Senin 5 Juli Raila Odinga, Perdana Menteri Kenya, menolak kenaikan gaji ia dianugerahi oleh parlemen negara itu pekan lalu. Anggota parlemen telah diberikan Mr Odinga naik ke hampir $ 430.000 setahun, sementara memberikan diri mereka meningkat 25% menjadi $ 161.000.
Meningkatkan Ini akan menempatkan Bapak Odinga di antara para pemimpin politik bayaran tertinggi di dunia. Lebih mengkhawatirkan, gajinya akan ada beberapa 240 kali lebih besar dari PDB per orang (diukur berdasarkan paritas daya-beli). Lee Hsien Loong, perdana menteri Singapura,
puncak daftar kami dari gaji pemimpin yang dipilih '. Dia membayar lebih dari 40 kali kota-negara PDB per orang. Pada ujung lain skala, Manmohan Singh, perdana menteri India, menegaskan kembali reputasinya untuk kesucian dengan mengambil jumlah sederhana dari wajib pajak India.
Berikut daftar gaji pemimpin negara per tahun list gaji presiden 2011 dihimpun dari www.presidensby.info, Financial Times, Washington Post dan BBC:

1. Presiden AS Barack Obama US$ 400 ribu atau sekitar Rp 3,6 miliar.
2. Perdana Menteri Irlandia Brian Cowen US$ 346,5 ribu atau sekitar Rp 3,1 miliar.
3. Presiden Prancis Nicolas Sarcozy US$ 323 ribu atau sekitar Rp 2,9 miliar.
4. Kanselir Jerman Angle Merkel US$ 307 ribu atau sekitar Rp 2,8 miliar.
5. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown US$ 268 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar.
6. Presiden Meksiko Felipe Calderon US$ 220 ribu atau sekitar Rp 2 miliar.
7. Presiden Rusia Dmitry Medvedev US$ 90 ribu atau sekitar Rp 822 juta.
8. Presiden Republik Indonesia SBY US$ 82,3 ribu atau sekitar Rp 749 juta.
9. Presiden Bolivia Evo Morales US$ 39,4 ribu atau Rp 359,2 juta.

Bentuk Baru Uangn Logam Rp 5.000,-

Ngomongi soal modal usaha pasti yang langsung terbersit di benah kita adalah soal uang. Nah kali ini BankIndonesia (BI) akan mengeluarkan uang pecahan Rp 5.000 dalam bentuk uang logam. Hal tersebut sesuai dengan rencana bank sentral yang ingin mengembangkan peredaran uang logam karena lebih efisien dan tahan lama.

untuk saat ini belum (menerbitkan uang logam) namun masih dalam kajian sebenernya uang logam itu bisa sampai Rp 5.000, kata Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Namun Budi belum bisa memastikan kapan rencana penerbitan uang logam 5000 rupiah ini dilakukan. “Saat ini masih dalam wacana,” tuturnya.

Budi menambahkan, pecahan dalam bentuk uang logam dengan nilai yang paling besar saat ini Rp 1.000, yang diresmikan Wakil Presiden Boediono pada 20 Juli 2010. Menurut Budi, penggunaan uang logam sebenarnya lebih efisien dibandingkan dengan uang kertas.

“Uang koin atau logam itu lebih efisien dan bisa lebih awet. Serta biayanya pengedaran uangnya lebih murah dimana biaya dibagi massanya itu lebih kecil,” tuturnya.


1 Uang Logam 5000 Rupiah


Menurut Budi, pengembangan uang logam 5000 rupiah ini juga seiring dengan kampanye bank sentral pada beberapa waktu lalu yakni Gerakan Peduli Koin. Gerakan tersebut bertujuan untuk mendorong tumbuhnya budaya masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan uang pecahan koin dalam kegiatan transaksi dan mendorong agar pedagang memiliki budaya yang sama dan bertanggung jawab dalam memberikan hak konsumen berupa pengembalian dalam bentuk uang bukan bentuk lainnya.

Gerakan peduli koin nasional ini dilakukan bank sentral bersama dengan Kementerian Perdagangan beserta Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) yang dicanangkan pada 31 Juli 2010.

Mudah-mudahan saja dengan adanya uang logam 5000 rupiah ini semakin mempermudah kita dalam proses transaksi keuangan, karena tentu uang koin akan lebih simpel dari uang kertas dan tentu tahan lama.
source: http://jopiesihebadnih.blogspot.com/2011/01/bocoran-bentuk-baru-uang-logam-5000.html

Inilah Satu Lebar Uang Kertas Dengan Nilai Nominal 10 Milyar Dolar

Inilah Uang Kertas Dengan Nilai Nominal $ 100,000,000,000,- - Ketika menyaksikan tayangan televisi baik nasional maupun internasional bahwa kemarin masyarakat keuangan internasional dikejutkan dengan keluarnya uang kertas Dollar Zimbabwe yang bernominal Z $ 100,000,000,000.-
Ungkapan pertama saya adalah Opo Tumon... ? karena saya nggak ketemu ungkapan yang pas dalam bahasa Indonesia-nya. Dalam bahasa Inggris mungkin yang mirip ungkapan Opo Tumon... ini adalah What On Earth...? .

Intinya adalah keheranan kita untuk sesuatu yang tidak seharusnya terjadi atau ada, tetapi buktinya ada. Uang kertas yang nilainya tidak tanggung-tanggung ini terpaksa dikeluarkan pemerintah Zimbabwe karena negara itu benar-benar dalam kesulitan kredibilitas uang kertas yang sangat dasyat. Bayangkan uang kertas yang nilainya Z$ 100 Milyar ini hanya cukup untuk membeli empat butir jeruk atau setangkup roti.

Kalau mau ditukar dengan Dinar emas yang kita miliki, maka untuk setiap keping Dinar akan diperlukan Z$ 13,416,000,000,000,-. Jadi praktis negeri Zimbabwe ini tidak memiliki uang yang bernilai sebenarnya.

http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/50b.jpg


Tetapi ini bukan uang di dunia hiburan/permainan monopoli dan sejenisnya; ini uang nyata dari suau negeri yang berdaulat yang berlaku sejak Senin kemarin sampai 31 Desember 2008; setelah itu entah apa lagi yang akan terjadi.

Sayangnya saya belum mendapat gambar dari uang tersebut, yang saya peroleh adalah gambar uang yang bernilai nominal Z$ 50 Milyar yang dikeluarkan Zimbabwe bulan Mei lalu.

Ini mengingatkan apa yang saya tulis akhir Januari lalu untuk menceritakan kejadian di Jerman tahun 1923 - ketika orang disana lebih suka membakar uang untuk menghangatkan ruangan di musim dingin ketimbang membeli kayu bakar – karena harganya sama.




http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/moneycart.jpg


Juga foto disamping yang diambil di Jerman pada tahun yang sama, jangan dikira Bapak yang mendorong uang dalam gerobak tersebut sedang memindahkan uang dari tempat penyimpanan di Bank Central.

Dia seorang buruh yang harus secepatnya membawa gaji yang baru diterimanya ke toko roti, karena kalau telat uang dalam gerobaknya tidak lagi cukup untuk membeli roti – saking cepatnya inflasi.

Apa yang dilakukan oleh toko roti setelah menerima uang ? secepatnya dia membeli gandum untuk bahan baku, dan secepatnya membeli emas untuk bagian keuntungannya.

Dari sini kita belajar dari realita lagi, bahwa suatu kepastian bahwa uang kertas akan mengalami penurunan nilai (karena tidak ada satu negarapun yang bisa mencegah inflasi dari uang kertasnya). Yang berbeda hanya tingkat kecepatannya.

Ketika inflasi menjadi terlalu cepat, maka memegang uang kertas seperti memegang bara api – secepatnya harus dilempar/dipindahkan ke orang lain – sebelum kita terbakar/bangkrut karena uang kita tidak dapat untuk membeli apa-apa lagi.
Source: http://myselebrity.blogspot.com/2011/01/inilah-uang-kertas-dengan-nilai-nominal.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...