Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Februari 2011

Waspadai Bu, Bobot Badan Berlebih Saat Hamil Bahayakan Janin

Waspadai Bu, Bobot Badan Berlebih Saat Hamil Bahayakan Janin
Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON--Para bumil, jagalah kenaikkan berat badan anda di masa kehamilan tetap normal. Sejumlah ilmuwan Amerika menemukan penambahan banyak kilogram di saat kehamilan dapat membahayakan janin dan membuat bayi anda terlalu gemuk.

Sebelumnya tidak diketahui penghubunga antara penambahan banyak berat badan pada ibu dengan kesehatan bayi. Apakah itu disebabkan gen rusak yang lolos dan tetap bertahan atau benar-benar akibat kelebihan berat badan ibu yang mempengaruhi langsung janin yang tumbuh.

Dengan meneliti para wanita yang telah memiliki dua anak, sebuah tim dari Rumah Sakit Anak Boston dan Universitas Colombia di New York, menemukan bahwa rata-rata setiap kilogram penambahan berat badan ibu selama kehamilan akan meningkatkan berat badan jabang bayi sekitar 7 gram. Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal kedokteran, The Lancet, pekan ini.

Tim mengkaji lebih dari 500 ribu wanita yang memiliki dua bayi. Para wanita yang bertambah berat badan hingga lebih 24 kg selama kehamilan memiliki bayi dengan rata-rata berbobot lebih berat 150 gram saat kelahiran ketimbang mereka yang hanya bertambah delapan hingga 10 kilogram. Semakin berat bayi dilahirkan semakin besar kemungkinan si kecil berjuang dengan masalah terkait obesitas di sepanjang hidupnya, demikian tulis peneliti. Para wanita yang bertambah 24 kg kemungkinan dua kali lipat akan memiliki bayi yang berbobot lebih dari 4 kg saat melahirkan.

Penelitia dan penulis laporan, Dr David Ludwig dan Dr Janet Currie berkata, "Pasalnya bobot kelahiran tinggi dapat memprediksi indeks masa tubuh di kemudian hari di kehidupan. Penemuan itu menyatakan bahwa penambahan berat badan berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko jangka panjang terhadap penyakit terkait obesitas di masa muda." Tak hanya itu, menurut mereka, bobot lahir tinggi, juga mungkin meningkatkan risiko penyakit semacam astma, atopi atau kanker.

Menurut panduan kedokteran di AS, seorang wanita hamil dinyatakan memiliki berat badan normal dan sehat bila mengalami penambahan bobot saat kehamilan seputar 11 kg hingga 16 kg.

Sebuah komentar yang diikutsertakan dalam laporan di jurnal, pakar kesehatan dari Pusat Komunitas Keluarga Anak Lebih Sehat, Universitas California, Neal Halfon dan Michael Lu, menyatakan, meski pemahaman lebih baik tentang penambahan berat badan pada pembentukan janin dan fungsi metabolisme bayi baru lahir sangat penting, riset lebih lanjut tentang bagaimana membantu wanita masa reproduksi menjaga berat badan sehat selama dan saat kehamilan, juga sangat mendesak.

"Dengan peningkatan perhatian terhadap kesehatan di masa janin, ada kesempatan untuk mengembangkan cara efektif untuk membantu wanita menjaga berat badan lebih sehat bahkan saat kehamilan," ujar Mereka. "Strategi berbasis populasi lebih efektif lebih diperlukan untuk menghasilkan berat badan sehat seumur hidup dan untuk menghadang siklus generasi bobot badan berlebih."

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/ibu-dan-anak/10/08/07/128786-waspadai-bu-bobot-badan-berlebih-saat-hamil-bahayakan-janin

Hati-hati, Ibu Hamil Kurang Iodium Potensi Sebabkan Bayi Kerdil

Hati-hati, Ibu Hamil Kurang Iodium Potensi Sebabkan Bayi Kerdil
Ibu hamil
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Ibu hamil yang kekurangan iodium dapat menyebabkan bayi tumbuh dengan tubuh kerdil atau kretinisme dan tingkat kecerdasannya rendah. Hal ini disampaikan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sofia Pranacipta.

"Kekurangan iodium juga dapat berakibat pada kematian janin dalam kandungan," kata Sofia yang meneliti tentang hubungan kadar ekskresi iodium urin (EIU) dengan 'intelligence quotient' (IQ) pada remaja di daerah endemik gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), Jumat (17/9).

Menurut Sofia, pemberian iodium pada ibu hamil juga dapat meningkatkan skor IQ atau tingkat kecerdasan pada anak yang dilahirkan. "Hal itu berbeda jika iodium diberikan kepada remaja, karena remaja dimungkinkan telah mencapai pertumbuhan maksimal dari sel otak sehingga pemberian iodium tidak memengaruhi peningkatan IQ," katanya.

Namun demikian, ujar Sofia, pemberian iodium yang berlebihan dapat menyebabkan risiko Iodium Induced Hyperthyroid (IIH) yang berakibat pada gangguan metabolisme tubuh. Kelebihan iodium dapat memengaruhi hormon tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh.

"Jika metabolisme tubuh jelek, sistem atau cara kerja tubuh juga tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tiroiditis, hipertiroidisme, dan goiter," jelas Sofia.

Sofia mengatakan, penelitian dilakukan dengan menghitung kadar EIU, yang merupakan penanda biokimia. Lebih dari 90 peren iodium tubuh dikeluarkan melalui urine. "Dalam keadaan seimbang iodium yang masuk ke tubuh dianggap sama dengan yang diekskresikan lewat urin. Pemeriksaan urine dianggap menggambarkan masukan iodium," cetusnya.

Lebih lanjut Sofia mengatakan, penelitian dilakukan di daerah Lemah Dadi, Bantul dan Karangwuluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada remaja berusia 12-16 tahun. Daerah tersebut termasuk daerah endemik GAKI.

Di daerah endemik GAKI sebelumnya telah disosialisasikan oleh pemerintah mengenai penggunaan garam beriodium. Namun, setelah jangka waktu tertentu penggunaan garam tersebut selanjutnya tidak ada penelitian apakah iodium masyarakat di daerah endemik GAKI telah terpenuhi atau belum.

"Kami berharap melalui penelitian itu dapat mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap perkembangan status kecukupan asupan iodium di setiap daerah endemik GAKI agar penanganannya lebih tepat," kata Sofia yang melakukan penelitian bersama Aulia Rahmawati dan Ismy Dianty.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/ibu-dan-anak/10/09/17/135141-hatihati-ibu-hamil-kurang-iodium-potensi-sebabkan-bayi-kerdil

Mendidik Anak Dimulai Sejak Dalam Kandungan

Mendidik Anak Dimulai Sejak Dalam Kandungan
Hamil
REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR--Dosen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), DR IR Dwi Hastuti, M. Sc mengatakan pembentukan karakter anak dimulai sejak dalam kandungan. "Memiliki anak yang berprestasi membanggakan adalah harapan setiap orang tua, namun untuk menghasilkan generasi muda berkualitas tergangung dari peran orang tua masing-masing," katanya, di Bogor, Senin.

Ia menjelaskan, ada tiga kunci yang harus diterapkan dalam membentuk karakter anak yakni perhatian, pendekatan dan komunikasi. "Tiga point ini yang harus dikuasai para orang tua khususnya ibu," kata Dwi.

Dwi mengatakan, banyak hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam pertumbuhan hidupnya.
Selain harus memperhatikan tiga kunci tadi, orang tua juga harus menguasai kepribadian anak.
"Orang tua adalah panutan bagi anak, kalau berjalan memimpin di depan jadilah teladan," katanya.

Ia memaparkan, orang tua dan keluarga berperan dalam pembentukan kualitas anak, namun yang paling dominan adalah peran ibu. "Perlu dilakukan revitalisasi peran ibu," katanya.

Dwi mengatakan, peran keluarga sangat penting dalam kualitas tumbuh kembang anak ditambah revitalisasi peran ibu akan sangat menunjang tumbuhnya anak yang berkualitas. Dwi juga menjelaskan, hal-hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah kualitas perkawinan orang tua, perkawinan yang baik akan mendorong anak terlindungi dari masalah psikologi. "Kualitas perkawinan yang buruk sangat mempengaruhi psikologi anak untuk baik, dan cenderung buruk," katanya.

Oleh karena itu kata Dwi perlu stimulasi dari orang tua, karena anak memiliki daya rekam otak yang luar biasa. Dwi menjelaskan, perkembangan otak 95 persen terjadi pada usia di bawah tujuh tahun. Masa tiga tahun pertama, membangun fondasi struktur otak berdampak permanen. "Ketika dilahirkan ada 100 miliar neuron dan 50 triliun synapse, selanjutnya, ada 1000 triliun synapse yang dibentuk," katanya.

Dwi mengatakan, ada lima point pola pengasuhan anak dalam membentuk karakter anak yakni interaksi anak, orang tua dan masyarakat lingkungannya. Penyesuaian kebutuhan hidup dan temperamen anak dengan orang tuanya. Pemenuhan tanggungjawab untuk membesarkan dan memenuhi kebutuhan anak. "Proses mendukung keberadaan anak, dan proses mengurangi resiko dan pelrindungan terhadap anak," kata Dwi.

Selanjutnya kata Dwi, orang tua juga harus menyadari tugasnya sebagai perawat anak, dengan mengibaratkan anak sebagai tanaman, orang tua bertugas untuk menyirami, menyiangi dan memangkasnya.
Orang tua juga harus memahami sifat anak yang bukan sekedar warisan dari orang tua saja. "Sebenarnya sifat-sifat buruk yang timbul dari diri anak bukan berasal dari fitrah. Tetapi timbul karena kurangnya peringatan sejak dini dari orang tua dan para pendidiknya," kata Dwi.

Orang tua adalah pelatih bagi anak, yakni membentuk "otot" karakter dan itu memerlukan proses yang panjang, memerlukan pengetahuan dan usaha dan praktik terus menerus. Dwi menyebutkan, kualitas tumbuh kembang anak dilihat dari fisik, kesehatan, intelektual, kreativitas, sosial dan emosi, moral dan karakter dan spiritual anak.

Selain itu, menurut Dwi gizi dan kesehatan fisik anak juga harus mendapat perhatian para orang tua. Dwi mengatakan, untuk mendapatkan anak yang berkualitas dimulai sejak awal perkawinan, proses kehamilan, melahirkan hingga merawat sang anak.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/ibu-dan-anak/10/12/20/153470-mendidik-anak-dimulai-sejak-dalam-kandungan

Jumat, 11 Februari 2011

Uji Kehamilan Dengan USB

Melakukan tes kehamilan kini semakin mudah dan canggih. Alat tes kehamilan yang selama ini ada bahkan sudah dianggap usang. Yang terbaru adalah alat tes kehamilan berupa USB yang terhubung dengan komputer.
Cara kerjanya mirip dengan alat tes kehamilan yang selama ini mudah ditemui di toko obat. Hanya saya, stik yang digunakan untuk tes urin dapat dihubungkan ke USB port di komputer.

Teteskan sampel urin pada stik di salah satu ujung USB. Kemudian, tancapkan ujung lainnya ke USB port di komputer Anda. Selanjutnya, kecanggihan komputer akan menganalisa kandungan hormon dalam urin Anda.

Setelah USB tertancap, komputer akan menganalisa urin Anda dengan memunculkan grafik mengenai kandungan Anda. Bahkan, alat ini juga dapat menganalisa waktu kesuburan, yang penting bagi perempuan yang ingin mempercepat atau menunda kehamilan.

Dengan tingkat keakuratan sekitar 99 persen, alat ini dijual seharga US$ 18 atau sekitar Rp 180.000.

source: http://www.wartaislam.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...